Breaking

Minggu, 16 Agustus 2020

Didukung Semua Partai, FX Rudy Yakin Gibran-Teguh Raup Suara 90 Persen di Pilkada Solo

Baca Juga

Didukung Semua Partai, FX Rudy Yakin Gibran-Teguh Raup Suara 90 Persen di Pilkada Solo

BIJAKNEWS.COM -- Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy) optimistis pasangan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa akan mendulang suara minimal 90 persen di Pilkada serentak, 9 Desember 2020. Keyakinan Rudy tersebut bukan tanpa dasar. Karena hampir seluruh partai resmi menyampaikan dukungannya.

"PDIP 62 persen, ditambah PAN, Golkar, Gerindra, tinggal total. Ya wis 90 persen gitu aja," ujar Rudy, saat ditemui di gedung DPRD Solo, dilansir dari liputan6.com, Jumat, 14 Agustus 2020.

Rudy mengatakan, hitungan tersebut berdasarkan perolehan suara masing-masing partai. Pada Pileg lalu, dari 45 kursi, PDIP memperoleh 30, sedangkan Gerindra, PAN dan Golkar masing-masing 3 kursi.

Rudy mengatakan, untuk mencapai target tersebut, seluruh mesin masing-masing partai harus dihidupkan. Menurut dia, tim pemenangan Gibran - Teguh saat ini sudah terbentuk. Namun tak ada nama Achmad Purnomo di dalamnya.

"Pak Purnomo mohon istirahat, aku tak leren (istirahat) pak. Tapi tetap legowo, beliau mau meneruskan bisnisnya," katanya.

Hampir Semua Partai Dukung Gibran-Teguh

Seperti diketahui, sejumlah partai telah resmi menyerahkan rekomendasi Pilkada Solo untuk pasangan Gibran - Teguh.

Partai Gerindra, Golkar dan PAN yang mempunyai masing-masing 3 kursi di parlemen sudah resmi memberikan rekomendasi kepada putra sulung Presiden Joko Widodo.

Demikian juga PSI yang hanya mempunyai 1 kursi, serta PKB dan PPP yang tidak mempunyai kursi pun telah menyampaikan dukungannya.

Upaya PKS

Didukung Semua Partai, FX Rudy Yakin Gibran-Teguh Raup Suara 90 Persen di Pilkada Solo
Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera.

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengungkap, partainya masih mengupayakan akan mencalonkan pasangan calon untuk melawan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo 2020.

Demi demokrasi yang baik, kata Mardani, sebaiknya Gibran tidak melawan kotak kosong.

"Kita punya tanggung jawab publik, bukan cuma masyarakat Solo, tapi masyarakat Indonesia, bahwa demokrasi kita sehat, tidak melawan kotak kosong," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir dari merdeka.com, Jumat, 14 Agustus 2020.

PKS, dia mengungkapkan, masih berupaya membuka komunikasi politik untuk mengusung pasangan calon. PKS memiliki 5 kursi di DPRD Solo. Hanya kurang 4 kursi untuk memenuhi syarat mengusung pasangan calon.

"Kita lagi diskusi sama komunikasi politik," jelasnya.

Mardani mengakui kesulitan untuk menghadirkan calon alternatif. Sebab, dukungan yang kuat kepada Gibran. Namun, dia tetap optimis karena masih ada waktu hingga September.

"Walaupun kelihatan sudah tidak mungkin, tetapi 4-5 september masih ada waktu. Segala hal masih mungkin terjadi," kata anggota Komisi II DPR RI ini.

Alasan PAN

Didukung Semua Partai, FX Rudy Yakin Gibran-Teguh Raup Suara 90 Persen di Pilkada Solo
Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno.

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, membeberkan alasan PAN mengusung Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wali kota Solo di Pilkada Serentak 2020. PAN memilih Gibran lantaran masih muda.

"Alasan kami mendukung Mas Gibran, salah satunya adalah calon kepala daerah muda," kata Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir dari medcom.id, Jumat, 14 Agustus 2020.

Eddy menyampaikan PAN memberikan kesempatan kepada banyak kepala daerah muda di pilkada. Menurut dia, anak muda memiliki kapasitas dan kompetensi.

Keputusan PAN mengusung Gibran mendapat banyak penolakan. Eddy menilai hal tersebut wajar.

"Saya kira itu reaksinya beragam, ada pro ada yang kontra," ujar dia.

Wakil Ketua Umum DPP PAN Yandri Susanto membantah dukungan PAN kepada Gibran ada hubungannya dengan pemerintah. Dia menegaskan PAN tidak meminta imbalan apapun atas dukungan kepada putra Presiden Joko Widodo itu.

"Ini enggak ada kaitannya dengan koalisi Pemerintahan Jokowi. kalau PAN bergabung atau tidak bergabung pertama tergantung Pak Jokowi," ujar dia.

Rizal Ramli Ingatkan Lengsernya Soeharto

Didukung Semua Partai, FX Rudy Yakin Gibran-Teguh Raup Suara 90 Persen di Pilkada Solo
Ekonom senior Rizal Ramli.

Ekonom senior Rizal Ramli ingatkan Presiden Joko Widodo menarik mundur putranya, Gibran Rakabuming Raka dan menantunya, Bobby Nasution, dari kontestasi pemilihan wali kota Solo dan Medan.

Rizal Ramli memiliki alasan tersendiri, ia beranggapan Gibran dan Bobby belum punya pengalaman memimpin. Selain itu majunya mereka menjadi Walikota mempetlihatkan sekali niatan Jokowi membangun dinasti politik.

“Saya usul tarik mundur dulu dah Gibran dan Bobby, nanti kalau (Jokowi) nggak Presiden dia (Gibran-Bobby) baru maju,” kata Rizal Ramli, dilansir dari akurat.co, Ahad dinihari, 16 Agustus 2020.

Kemudian kata Rizal, dengan menarik mundur Gibran dan Bobby, rakyat Indonesia akan menaruh hormat setinggi-tingginya.

Jika Jokowi mengikuti sarannya, Rizal janji dengan sukarela akan membantu pemenangan Gibran dan Bobby nantinya dalam pemilihan kepala daerah.

“Itu rakyat jadi hormat. Kalau perlu saya bantu, kalau sekarang nggak lucu, pesaingnya dipanggil suruh mundur,” kata Rizal.

Lalu Rizal mengingatkan sejarah dalam Presiden Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun baru mengangkat anak sulungnya, Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto, sebagai menteri koordinator kesejahteraan rakyat.

“Karena rakyat marah, (Pak Harto) ngangkat Tutut. Dan sebulan setengah jatuh,” ujarnya.

Namun rupanya politisi Partai Demokrat Cipta Panca Laksana tidak sependapat dengan Rizal Ramli.

Ia justru menginginkan Gibran dan Bobby maju, mengingat Presiden Soeharto Lengser tiga bulan setelah Tutut menjadi menteri. Panca merasa, kejadian ini juga akan menimpa Jokowi.

"Saya agak berbeda sama bang @RamliRizal soal Gibran dan Bobby. Sebaiknya kita biarkan aja Gibran dan Bobby maju. Saya ingat pak Harto ngangkat mbak Tutut jadi menteri. 3 bulan kemudian pak Harto lengser. Bisa jadi sama nanti," tulis @panca66 di Twitter, Sabtu, 15 Agustus 2020.

(by)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar