Breaking

Jumat, 04 Desember 2020

Akhir Pekan Rupiah Menguat ke Rp14.105 per Dolar AS

Baca Juga

Rupiah,dollar


Jakarta, Kupasonline -- Nilai tukar rupiah menguat 0,25 persen ke level Rp14.105 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (4/12) sore. Posisi tersebut menguat 0,25 persen dibandingkan perdagangan Kamis (3/12) sore di level Rp14.125 per dolar AS.


Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.182 per dolar AS, atau melemah tipis dibandingkan posisi hari sebelumnya yakni Rp14.177 per dolar AS.


Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. dolar Taiwan menguat 0,52 persen, won Korea Selatan menguat 1,34 persen, peso Filipina menguat 0,02 persen, rupee India menguat 0,25 persen, yuan China menguat 0,14 persen, ringgit Malaysia menguat 0,31 persen, dan bath Thailand terpantau menguat 0,11 persen.



Sementara itu, mata uang di negara maju bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,07 persen, dolar Australia menguat 0,27 dan persen dan franc Swiss menguat 0,06 persen. Sedangkan dolar Kanada stagnan 0,00 persen.


Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan dolar hari ini dipengaruhi oleh pesimisme konsumen terhadap vaksin Pfizer yang ternyata hanya bisa diproduksi 50 juta dosis, turun dari target sebelumnya yaitu 100 juta dosis.


Sentimen lain yang memengaruhi pergerakan dolar terhadap mata uang negara lain adalah kesepakatan paket stimulus senilai US$908 miliar mendapatkan momentum di Kongres AS pada hari Kamis.


"Demokrat dan Republik memiliki waktu hingga 11 Desember untuk mencapai konsensus tentang label harga paket dan mencegah penutupan pemerintah," ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com.


Sementara dari dalam negeri pergerakan rupiah dipengaruhi oleh pertambahan kasus positif covid-19 dalam beberapa hari terakhir yang semakin 'menggila'.


Jumlah kasus yang terkonfirmasi sempat mencapai 8.369 kasus dalam sehari pada Kamis (3/12) sekaligus menjadi rekor tertinggi selama pandemi terjadi di Indonesia.


"Hal ini membuat kalangan pengusaha kian khawatir dampak yang timbul bakal semakin besar, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Mereka mempersiapkan pada skenario terburuk," sebutnya.


Dalam perdagangan akhir pekan ini, ia memprediksi rupiah ditutup menguat 35 poin di level Rp14.105 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.140. "Sedangkan untuk perdagangan minggu depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka menguat sebesar 10-50 poin di level Rp.14.070-14.120," tandasnya(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar