Breaking

Kamis, 03 Desember 2020

Siap-siap, Trans Padang Bakal Mengaspal Bulan Juli di Unand dan Indarung

Baca Juga

 

Ilustrasi

Padang, Kupasonline--Masyarakat Kota Padang yang tinggal di jalur Pasarraya-Indarung dan Pasarrraya-Unand sebentar lagi akan mulai menyaksikan trans Padang wara wiri di jalur tersebut.

Kepala dinas perhubungan Kota Padang, Dian Fakri menargetkan bulan Juli 2021, Trans Padang sudah mengaspal di koridor 5 dan 6 tersebut.

Untuk tahap awal direncanakan 10 unit bus Trans Padang  di koridor 5 yakni Pasarraya Indarung dan 10 unit lagi di koridor 6 yakni Pasarraya- Unand. Saat ini pihaknya sedang membuka peluang bagi semua pemilik angkot yang ada di Kota Padang untuk bergabung dan ikut membeli Trans Padang untuk 20 unit itu. Caranya adalah, pengusaha angkot yang telah punya 3 unit angkot harus bersedia menghitamkan plat angkotnya sehingga tak beroperasi lagi. Selanjutnya Dishub akan memfasilitasi pengusaha angkot yang  bersangkutan untuk mendapatkan bus Trans Padang dengan cara mengkreditnya melalui bank. 

Nantinya bus Trans Padang itu akan dioperasikan oleh Perumda PSM di dua koridor tersebut. "Sebenarnya banyak sekali pengusaha angkot yang telah menyatakan diri berminat. Dalam waktu dekat kita bakal layangkan surat undangan untuk mereka guna membahas ini," sebut Dian.

Tak hanya di koridor 5 dan 6, nantinya di koridor 4 yakni By Pass Teluk Bayur -Anak Aia juga akan ditambah unitnya. Sistemnya juga sama. Yakni melibatkan para pengusaha angkot dengan sistem 1 banding 3. "Tiga unit angkot dimatikan untuk 1 unit Trans Padang," sebut Dian.

Nantinya, dalam pengoperasian angkot itu, Pemko Padang akan tetap memberikan subsidi setiap tahunnya melalui Perumda PSM. Artinya, Trans Padang harus berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. "Kita kasih subsidi terus dengan dana APBD," katanya.

Seperti yang diketahui, saat ini  jumlah bus Trans Padang yang telah beroperasi adalah sebanyak 35 unit. Sebanya 25 unit di koridor 1 yakni Pasarrraya-Lubuk Buaya dan 10 unit di koridor 4, By Pass Teluk Bayur-Anak Aia. Semua bus itu berasal bantuan kementrian. Saat ini, kata Dian, tak ada lagi bantuan dari kementrian atau APBD Padang yang dianggarkan.  Semuanya murni ditawarkan pada pengusaha-pengusaha angkot yang ada di Padang. (lia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar