Breaking

Rabu, 07 November 2018

Pesan Wagub Nasrul Abit di Hari Pangan Sedunia ke 38 tahun 2018

Baca Juga

PADANG -- Pola konsumsi masyarakat Sumatera Barat  saat ini belum beragam, terutama untuk memenuhi karbohidrat yang masih di dominasi oleh komoditi beras sekitar 76,45 persen yang seharusnya dianjurkan hanya 50 persen agar pola hidup masyarakat lebih sehat, tidak monoton pada beras semata.  

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat pada acara peringatan Hari Pangan Sedunia ke 38 tahun 2018 tingkat Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan di lapangan Nagari Sungai Duo Kecamatan Situang Kabupaten  Dhamasraya,  Selasa, 6 November 2018. Hadir dalam kesempatan tersebut,  Bupati  Sutan Riska, Wabup Amrizal Rajo Medan, Ketua Tim Penggerak PKK se Sumatera Barat,  Kadis Pangan Ir.Effendi, Kadis Peternakan dgh. Erinaldi, MM, Kadis Perikanan Ir. Yosmeri, Forkopimda Dhamasraya, Kepala Bulog, utusan masing-masing pemkab/ko se Sumbar.  

"Satu hal yang dilakukan dalam menjamin keterjangkauan masyarakat dalam pemenuhan pangan dengan mengembangkan toko tani Indonesia yang diharapkan dapat menjaga stabilitas harga pangan dimasyarakat," ujarnya. Peringatan hari Pangan ini juga menggelar lomba cipta menu Beragam Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang diikuti oleh Tim Penggerak PKK kabuoaten / kota se Sumatera Barat.  

Dikatakan wagub, pengembangan menu makanan yang merupakan olahan bahan pangan lain seperti dari ubi-ubian, atau pangan lokal yang tentu akan menambah variasi dan kuliner yang secara umum dapat juga menambah kunjungan wisata ke Sumatera Barat. Saat ini produksi beras Sumbar telah surplus mencapai 980.000 ton, hampir mendekati target yang diberikan Menteri Pertanian Republik Indonesia beberapa tahuh lalu. 

Namun untuk ketahanan pangan nasional serta mengembangkan sumberdaya pangan,  dirasa perlu tetap mencari dan mengembangkan ketersedian pangan lokal, sebagai benteng pertahanan negara. Peringatan Hari Pangan Sedunia dilakukan tiap tahun sebagai upaya mewujudkan kemandirian pangan dan khusus Sumatera Barat menjadi lumbung pangan nasional. Dengan ketersediaan lahan yang cukup luas, seperti air yang melimpah, iklim yang mendukung serta sumberdaya manusia yang sudah terbiasa bertani. 

"Maka wajarlah Kementrian pertanian RI selalu memberikan perhatian terhadap pertanian Sumatera Barat,  agar selalu tumbuh dan bagian ketahanan pangan nasional. Kepada Bupati /Walikota se Sumatera Barat diucapkan terima kasih, karena telah selalu memberikan perhatian tinggi terhadap potensi pertanian dan pangan didaerah masing-masing," ujarnya. 

Bupati Sutan Riska Tengku Kerajaan mengatakan, Dhamasraya walaupun daerah terujung di Provinsi Sumatera Barat, keinginan untuk menjadi salah satu daerah yang maju dan terbaik di Sumbar. Visi pemikiran kedepan bagaimana Dhamasraya disebut hutan sawit,  juga mampu berkiprah dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan daerah dan nasional, walaupun masih berusia 14 tahun.  

"Berbagai penghargaan dan keberhasilan pembangunan Dhamasraya telah terlihat nyata. Kita juga terus mengirim putra dan putri Daerah terbaik sekolah di luar negeri,  yang suatu nanti mesti kembali bagaimana memajukan Dhamasraya lebih baik lagi, dari Dhamasraya untuk Indonesia," tegas Sutan Riska.

(rel/rki)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar