Breaking

Selasa, 19 Maret 2019

Airlangga: Jokowi Usung Pembangunan Sesuai Filosofi Golkar

Baca Juga

Airlangga: Jokowi Usung Pembangunan Sesuai Filosofi Golkar

JAKARTA, BijakNews.com -- Ketua Umum (Ketum) Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto mengemukakan filosofi partai Golkar yang dipimpinnya adalah pembangunan. Artinya, Golkar siap mendukung dan mendorong pembangunan bangsa Indonesia agar lebih maju dan sejahtera.

"Pemerintahan dibawah kepemimpinan Bapak Joko Widodo, sangat bergerak atau ekspansif dalam memacu bidang pembangunan, seperti pembangunan infrastruktur untuk jalan, pelabuhan, dan bandara,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019.

Ia menjelaskan setelah era Orde Baru, pembangunan secara masif yang ada di Indonesia, kembali dilakukan oleh Jokowi. Apa yang dilakukan Jokowi tidak beda dengan dilakukan mantan Presiden Soeharto yang juga mantan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar.

“Jadi, waktu itu Pak Harto membangun selama 32 tahun, tetapi Pak Jokowi hanya 4 tahun sudah sangat agresif,” ujar Airlangga yang juga Menteri Perindustrian. 

Menurutnya,‎ dari capaian 4 tahun selama ini, kinerja Jokowi sangat cocok dengan filosofi dan dasar perjuangan Partai Golkar yaitu pembangunan itu menghasilkan karya. ‎Dia menilai, pembangunan yang sudah berjalan saat ini perlu dilanjutkan lagi untuk menjadi lebih baik.

"Inilah yang mendorong Partai Golkar mendukung 100 persen Pak Jokowi untuk dua periode. Apalagi, kami melihat pertumbuhan ekonomi kita tahun 2018 yang naik dibanding tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa iklim usaha di Indonesia sangat kondusif dan kemampuan daya beli masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.

Dengan tumbuh di atas 5%, lanjut Airlangga, perekonomian nasional cukup kuat ditengah terpaan angin kencang dari ketidakstabilan perekonomian global. Ini salah satunya ditopang oleh sektor industri manufaktur yang memberikan kontribusi tertinggi bagi ekonomi Indonesia.

Menurutnya, Presiden Jokowi telah mencetak prestasi-prestasi pemerintahan dalam kurun 4 tahun terakhir. Termasuk dalam menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Hingga Februari 2018, angka kemiskinan turun menjadi 9,84%. Ini adalah pertama kalinya Pemerintah bisa menekan angka kemiskinan di bawah 10%.

Begitu juga dengan tingkat pengangguran. Sepanjang masa pemerintahan Jokowi, angka pengangguran mampu ditekan hingga 5,3% Dengan kata lain, banyak lapangan kerja dibuka karena kondisi perekonomian yang baik.

(Source: BeritaSatu.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar