Breaking

Minggu, 10 Maret 2019

BPN Tak Mau Lagi Tanggapi soal Prabowo Tolak Nyanyi Bareng Nissa Sabyan

Baca Juga

BPN Tak Mau Lagi Tanggapi soal Prabowo Tolak Nyanyi Bareng Nissa Sabyan

JAKARTA, BijakNews.com -- Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandiaga, Dradjad Wibowo turut berkomentar terkait Prabowo Subianto yang menolak bernyanyi bersama Nissa Sabyan. Menurut Dradjad, tudingan Prabowo tidak bisa bernyanyi karena lirik islami atau berbahasa Arab adalah fitnah.

"Soal Prabowo tidak bisa bahasa Arab, itu fitnah. Prabowo kan lama tinggal di Yordania. Tapi saya malas membalas komentar TKN. Mending debat kebijakan saja. Lebih bermanfaat," kata Dradjad, saat dihubungi detikcom, Sabtu, 9 Maret 2019. 

Ia mengaku malas menanggapi peristiwa tersebut. Dradjad menilai persoalan Prabowo yang menolak bernyanyi bersama Nissa Sabyan ini adalah remeh temeh, ia mendorong untuk berkomentar mengenai isu substantif saja seperti masalah perekonomian negara. 

"Kenapa ya teman-teman TKN komentar yang remeh-remeh seperti ini? Katanya ingin debat tentang substansi kebijakan? Ayo dong debat tentang isu penting. Contohnya, bagaimana cara mengembalikan uang WNI Rp 11.000 triliun lebih, yang katanya datanya ada di kantong Presiden. Repatriasi uang luar negeri melalui pengampunan pajak hanya Rp 147 triliun. Nah ayo adu argumen soal ini atau isu penting lainnya," sambung politikus PAN itu. 

Sementara itu, anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon turut berkomentar mengenai isu tersebut. Menurut Fadli, Prabowo jarang bernyanyi, kalau pun bernyanyi hanya lagu tertentu. Namun bukan berarti Prabowo tidak bisa bernyanyi dengan lirik Islami. 

"Pak Prabowo biasanya nyanyi lagu-lagu Indonesia itu juga tertentu. Dan jarang dengar beliau nyanyi, kecuali joget. Nah kalau joget beliau suka," kata Fadli saat dihubungi detikcom, Sabtu, 9 Maret 2019.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin angkat bicara soal sikap capres Prabowo Subianto yang menolak bernyanyi bersama Nissa Sabyan. TKN Jokowi-Ma'ruf menyinggung soal mental dan jiwa seni Prabowo. Anggota TKN Jokowi-Ma'ruf, Achmad Baidowi (Awiek) menyebut capres nomor urut 02 itu khawatir salah menyebutkan lirik.

"Yang ketiga bisa jadi karena lafaznya... ya lafaz tentang Islami, baca-baca salawat, apa, mungkin khawatir salah-salah saja. Ya ada kekhawatiran Pak Prabowo, mungkin takut salah. Tapi itu hak-hak Prabowo lah, sah-sah saja," jelas Awiek.

Menurut Awiek, bernyanyi bersama Nissa Sabyan merupakan kesempatan bagi Prabowo untuk unjuk kebolehan dalam berbahasa Arab. Sebab, sambung dia, selama ini banyak yang membela bahwa Prabowo mahir berbahasa Arab.

"Sebenarnya kesempatan Pak Prabowo loh menunjukkan kalau dirinya... Kan selama ini dibela, pintar bahasa Arab, tinggal di Arab, biasa baca Alquran. Nyanyiannya Nissa Sabyan kan banyak yang bahasa Arabnya, nah bisa jadi unjuk kebolehan, 'saya ini bisa loh bahasa Arab, tidak seperti yang dituduhkan'," tutur Awiek. 

(Source: detik.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar