Breaking

Rabu, 20 Maret 2019

Di Depan Ma'ruf, Ulama Resah NU Jadi Fosil Jika Jokowi Kalah

Baca Juga

Di Depan Ma'ruf, Ulama Resah NU Jadi Fosil Jika Jokowi Kalah

JAKARTA, BijakNews.com -- Seorang ulama khawatir Nahdlatul Ulama akan tinggal sejarah jika Ma'ruf Amin gagal menjadi wakil presiden mendampingi Joko Widodo pada Pilpres 2019. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah acara yang dihadiri oleh Ma'ruf dan menjadi viral di media sosial.

Dalam pernyataannya, ulama itu menyampaikan ada kelompok yang tidak suka dengan kalangan ahlussunnah wal Jamaah seperti warga NU. Menurutnya, kelompok ini kerap menyebut ritual keagamaan yang dijalankan NU sebagai bidah, musyrik, bahkan kafir.

"Mereka ini akan membuat sebuah kekuatan yang apabila terjadi maka akan menjadikan Islam mainstream seperti NU ini, seperti pesantren ini, hanya akan menjadi fosil di masa depan," ujar ulama tersebut dalam video yang diunggah akun Twitter @RajaPurwa, Senin, 18 Maret 2019. 

"Jangan berpikir masih ada tahlil, jangan berpikir masih ada zikir di Istana, jangan berpikir ada Hari Santri apabila sampe Kiai Ma'ruf kalah," sambung sang ulama.

Video itu berdurasi 1 menit 26 detik dan direkam di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu, 16 Maret 2019. Saat itu CNNIndonesia.com juga berada di lokasi dan merekam ceramah ulama tersebut. Acara itu dihadiri sekitar seratus ulama dari berbagai daerah. Salah satu yang hadir yaitu pengurus Syariah Nahdlatul Ulama Manarul Hidayat.

Dalam video itu, ulama tersebut juga sempat berinteraksi dengan peserta. Ia sempat menanyakan apakah Hari Santri hingga tahlil ingin tetap ada.

"Panjenengan semua masih ingin Hari Santri? Majelis zikir berkumandang di Istana? Masih ingin budaya Nahdlatul Ulama dan Ahlussunnah berkembang di Indonesia?" tanya sang ulama.

"Masih," jawab peserta.

"Jawabnya hanya satu, kalau ingin semuanya masih, 17 April yang akan datang semua kita jawab untuk memenangkan Kiai Ma'ruf Amin. Itu adalah jawaban, bagaimana menyelamatkan Ahlussunnah Wal Jama'ah dan bagaimana menyelematkan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya menambahkan.

"Amin," ditanggapi peserta.

Menanggapi beredarnya video itu, Juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily menilai tidak ada yang salah dengan pernyataan itu. Ia menyebut sang ulama sama sekali tidak menyebut atau menjelekkan capres lain.

Ia membandingkan video tersebut dengan video beberapa waktu lalu yang memperlihatkan seorang ibu di Karawang menyebut capres 01 Joko Widodo akan melegalkan pernikahan sejenis hingga mendukung zina.

"Apakah dalam video itu menyebut capres lain dan menjelek-jelekkan capres lainnya seperti ibu-ibu di Karawang yang jelas-jelas menyebut Pak Jokowi akan melegalkan pernikahan sejenis, pro zina, dan lain-lain," ujar Ace dalam pesan singkat, Selasa (19/3).

Ia juga menyampaikan ulama tersebut tidak salah karena menyatakan Ma'ruf sebagai ulama NU yang terus berjuang untuk NU, Hari Santri, dan tradisi NU.

(Source: CNNIndonesia.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar