Breaking

Selasa, 05 Maret 2019

LSI Denny JA: Elektabilitas Jauh, Jokowi Menang Pilpres 2019

Baca Juga

LSI Denny JA: Elektabilitas Jauh, Jokowi Menang Pilpres 2019

JAKARTA, BijakNews.com -- Hasil sigi teranyar Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan elektabilitas pasangan Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf memperoleh suara sebesar 58,7 persen. Sementara elektabilitas Prabowo Subianto - Sandiaga Uno sebesar 30,9 persen.

Peneliti senior LSI Ardian Sopa mengatakan selisih sebesar 27,8 persen dalam dua bulan menjelang pilpres ini, membuat lembaganya memprediksi Jokowi yang akan memenangi pertarungan.

"Kalau melihat selisih hari ini dan tren selama enam bulan sejak penetapan paslon, secara tren, pertarungan ini sudah selesai," kata peneliti senior LSI Ardian Sopa di kantornya pada Selasa, 5 Maret 2019.

Menurut catatan LSI Denny JA, pada Agustus, suara Jokowi - Ma'ruf sebesar 52,2 persen, September meningkat jadi 53,2 persen. Kemudian, naik lagi menjadi 57,7 persen pada Oktober. Di November sempat turun menjadi 53,2 persen, lalu Desember naik lagi menjadi 54,2 persen, Januari meningkat jadi 54,8 persen dan Februari naik lagi menjadi 58,7 persen.

Sementara itu, suara Prabowo Subianto – Sandiaga Uno pada Agustus sebesar 29,5 persen, September turun sedikit menjadi 29,2 persen, Oktober turun lagi menjadi 28,6 persen. Kemudian pada November naik menjadi 31,2 persen, Desember turun lagi menjadi 30,6 persen. Memasuki Januari 2019, naik menjadi 31,0 persen dan Februari turun lagi menjadi 30,9 persen.

"Kalau melihat tren ini, hampir dipastikan Jokowi akan memenangkan pemilihan presiden 2019," ujar Ardian.

Survei ini dilakukan pada tanggal 18 - 25 Februari 2019, dengan menggunakan 1200 responden. Survei dilakukan di 34 Provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini adalah 2,8 persen. Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan indepth interview untuk memperkaya analisa survei.

(Source: tempo.co)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar