Breaking

Selasa, 25 Juni 2019

Workshop Pembuatan Dalamak, Lestarikan Kreatifitas Budaya Lokal

Baca Juga

Workshop Pembuatan Dalamak, Lestarikan Kreatifitas Budaya Lokal

PADANG, BijakNews.com -- UPTD Taman Budaya Disbud Sumbar mengadakan workshop Seni Rupa. Kegiatan ini dilaksanakan di lantai II Gedung Kebudayaan Sumatera Barat pada tanggal 24-25 Juni 2019.

Workshop kali ini tentang pembuatan Dalamak. Dalamak adalah kain penutup tuduang saji (tempat makanan), ketika ada upacara-upacara adat di Minangkabau. 

Dalamak terbuat dari kain beludru yang bersulamkan benang emas dengan aneka motif tumbuhan. Dan sekarang juga ada yang bermotif hewan.

Motif  Dalamak merupakan representasi dari pepatah adat "Alam Takambang Jadi Guru", yang artinya dalam kehidupannya orang Minang selalu berpedoman pada nilai-nilai yang terkandung pada alam.

Workshop pembuatan Dalamak ini diikuti oleh 50 orang pengrajin dari 19 Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Barat. Narasumber kegiatan ini terdiri dari akademisi dan pengrajin. 

Mereka dalah Dra. Jupriani, Drs. Efrizal, M.Pd, dan Dra. Mardiana, M.Sn.

Kepala UPTD Taman Budaya, Muasri mengatakan, kegiatan workshop ini merupakan salah satu dari banyak kegiatan workshop yang diadakan oleh Taman Budaya. 

Whorksop pembuatan Dalamak, termasuk kegiatan kelima dari beberapa workshop yang dilakukan secara marathon pada tahun ini dari berbagai unsur seni yang ada.

"Ada tiga hal yang mau kita capai dalam workshop pembuatan Dalamak, yaitu pertama, dari sisi seni budaya; kedua dari sisi seni rupa; dan ketiga, dari sisi komersialisasi," ujarnya.

Dikatannya, narasumber langsung memandu peserta dalam praktek pembuatan Dalamak, lalu pada akhir kegiatan nanti akan ada karya-karya dari peserta.

Pemilihan tema pembuatan Dalamak sengaja dilakukan karena saat ini sangat sedikit sekali orang-orang yang mahir dan memahami makna-makna yang terkandung dalam Dalamak. 

Workshop ini diharapkan menambah wawasan dan kualitas peserta terhadap Dalamak itu sendiri. Kreatifitas Seni akan menghasilkan karya yang diminati oleh seluruh lapisan masyarakat, ujarnya. 

"Sehingga Dalamak dapat dipasarkan tidak hanya di Sumatera Barat saja nantinya, akan tetapi bisa juga keluar negeri. Saat ini, dimanapun diadakan upacara-upacara adat dengan budaya Minangkabau, masih menggunakan Dalamak, baik di dalam dan di luar negeri. Produk yang berkualitas diharapkan dapat menembus pasar dengan nilai jual terjangakau dan mampu bersaing dengan produk-produk seni budaya lainnya," cakapnya.

(masrizal)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar