Breaking

Jumat, 13 November 2020

Ini Alasan Kafilah MTQ ke-28 dari Sulteng Naik Motor Sampai Padang

Baca Juga

Ini Alasan Kafilah MTQ ke-28 dari Sulteng Naik Motor Sampai Padang

BIJAKNEWS.COM --
 Sumatera Barat tengah sibuk mensukseskan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke- 28. Para kafilah MTQ Nasional terus berdatangan dengan menggunakan bus dan pesawat.


Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terlihat ramai kedatangan ribuan kafilah dari berbagai daerah Indonesia disambut hangat oleh panitia MTQ.


Namun dari semua kafilah yang tiba di Sumbar ada yang menarik yakni seorang Kafilah cabang kaligrafi golongan dekorasi putri Nining R Rusdin Wakiden (29) datang berdua dengan suaminya sekaligus pelatihnya Hasan CL Bunyu (43) dengan menggunakan sepeda motor dari Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah hingga Sumbar.


Kepada media Pasangan ini mengaku mulai berangkat dari Sulteng sejak hari peringatan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2020 yang lalu dengan waktu tempuh selama 16 hari.


“Kami berangkat saat hari peringatan Sumpah Pemuda, dimulai dari Sulteng ke Kaltara, lanjut ke Kaltim, Kalsel, menyebrang Jatim diteruskan ke Merak Banten menyebrang ke Lampung hingga sampai ke Sumbar,” kata Hasan saat ditemui di halaman Mesjid Raya Sumbar saat akan menunaikan ibadah Shalat Jumat, 13 November 2020.


Selama dalam perjalanan, pasutri ini mengatakan hanya memanfaatkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sebagai tempat istirahat dengan cara mendirikan tenda.


Sementara kendala ditakuti, hanya pecah ban ketiga mengendarai apalagi jalan ketika malam hari.


“Takut ban pecah dikhawatirkan, Alhamdulillah tidak pernah terjadi, selama dalam perjalanan kami selalu mendapatkan kemudahan, seperti ditawari makan, dikasih uang dan saat antrian di SPBU dipersilakan untuk duluan,” katanya.


Hasan mengatakan alasan menggunakan sepeda motor dari Sulteng karena Covid-19, baginya sangat menakutkan.


“Jangankan terpapar positif, orang dengan status dalam pemantauan (ODP) saja sangat menakutkan bagi kami masyarakat Palu,” ujarnya


Oleh karena semangat mensukseskan MTQ, kami tetap penuh semangat menuju Padang dengan menggunakan sepeda motor, tambahnya.


Hal senada diungkapkan oleh Nining, ia memilih ke Padang dengan berboncengan sepeda motor dengan suaminya karena ketakutan naik pesawat dimasa pademi ini.


Oleh karena itu, jika terpilih mewakili daerahnya, ia bernazar untuk mengendarai sepeda motor bersama suami menuju Padang.


Sebelumnya, Nining juga pernah ikut MTQ Nasional 2018 Medan dan saat itu masuk di lima belas besar. “Dulu itu naik pesawat, tapi kan tidak dalam masa pandemi,” tuturnya.


(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar