Breaking

Selasa, 15 November 2022

Jubir PKS: Walikota Padang Tak Pandai Berterima Kasih

Baca Juga


BIJAKNEWS.COM -- 
Sejak Mahyeldi Asharullah dilantik menjadi Gubernur Sumatera Barat 25 Februari 2021, kursi Walikota Padang diisi oleh wakilnya Hendri Septa yang kemudian dilantik oleh Gubernur Mahyeldi pada tanggal 7 April 2021 menjadi Walikota definitif.

Namun Hendri Septa yang awalnya hanyalah calon anggota DPRD yang gagal terpilih, lupa kacang pada kulitnya, seharusnya ia menyegerakan mengisi kursi wakil walikota kepada kader PKS, karena partai pengusung hanya 2 yaitu PAN & PKS,  namun hingga saat ini Hendri Septa tidak beretikad  baik memberikan kursi kosong wawako tersebut kepada kader PKS yang mana DPP PKS sudah mengeluarkan SK Calon Wakil Walikota kepada H.Hendri Susanto, Lc politisi muda PKS lulusan Al-Azhar Mesir.

Hendri Susanto adalah politisi PKS berpengalaman di legislatif 2 periode di Kab Sijunjung, kehadirannya sebagai Wawako Padang sangat penting mengisi kelemahan walikota dan memperkuat pemerintahan kota Padang.

Juru bicara PKS Dr. Muhammad Iqbal mengatakan bahwa apa yang dilakukan  Walikota Padang adalah bentuk perilaku politik yang kurang beretika, karena masyarakat akan menilai bahwa Hendri Septa adalah orang yang tak pandai membalas budi, padahal budaya Minangkabau sangat erat dengan bertenggang rasa, tepo salero, Sebagai orang yang "digendong" buya Mahyeldi menjadi wakilnya sejak awal harusnya pandai membalas budi, apalagi Gubernur Sumbar yang juga ketua DPW PKS Sumbar telah melantiknya menjadi Walikota.

"Kesabaran Buya Mahyeldi sebagai Gubernur patut diacungi jempol, padahal ia bisa melakukan berbagai cara untuk menekan Walikota," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, Selasa, 15 November 2022.

DPP PKS sudah beberapakali berkomunikasi dengan DPP PAN namun belum ada itikad baik untuk membahas kursi Wakil Walikota Padang, bahkan DPD PKS Kota Padang sudah mengirim surat untuk meneruskan SK DPP mengenai penetapan Hendri Susanto sebagai calon Wakil Walikota Padang kepada Hendri Septa sebagai Walikota Padang sekaligus ketua DPD PAN Kota Padang,  namun tidak juga di gubris hingga saat ini.

Fenomena ini tentu saja cukup menyedihkan menurut Jubir PKS yang juga keturunan Pariaman Sumatera Barat, Padahal dalam berbagai forum pertemuan DPP PKS dan DPP PAN sudah berkomitmen membangun sinergi khususnya di Kota Padang untuk melanjutkan koalisi, kekompakan PKS dan PAN di tingkat pusat gagal di teruskan di kota Padang, padahal koalisi PAN dan PKS di berbagai daerah berjalan harmonis.

"Bagi PKS kursi Wawako Padang adalah pengalaman pahit dalam bermitra, baru kali ini ada kepala daerah yang "digendong" lalu lupa kacang pada kulitnya," pungkas Dr. Muhammad Iqbal. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar