Baca Juga
BIJAKNEWS.COM -- Pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang sepekan terakhir, pemko mempercepat perbaikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda AM yang rusak parah akibat banjir bandang.
Kerusakan yang sangat parah tersebut berdampak langsung pada terputusnya sekitar 90 persen aliran air bersih ke rumah warga.
"Saat ini, Pemko Padang menyediakan hidran umum di sejumlah titik serta mengerahkan seluruh armada mobil tangki untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang terdampak.
“Satu alat berat dikhususkan untuk mempercepat perbaikan jaringan pipa Perumda AM. Karena saat ini dari sembilan IPA, hanya dua yang beroperasi, tiga dalam proses perbaikan, dan empat rusak parah,” ujar Wali Kota Padang Fadly Amran, Minggu (30/11/2025).
Ia menjelaskan, sejumlah wilayah mulai kembali mendapatkan aliran air, meski belum sepenuhnya normal.
Jalur distribusi air bersih di wilayah selatan Kota Padang dilaporkan sudah kembali aktif.
Sementara itu, wilayah Padang Utara saat ini hanya beroperasi dengan satu unit pompa. Untuk kawasan Nanggalo, air bersih juga belum mengalir ke rumah-rumah warga.
“Yang agak berat itu wilayah Kototangah, Kuranji dan Nanggalo karena kerusakan IPA-nya sangat parah,” jelas Fadly.
Ia menegaskan, hingga seluruh IPA dapat beroperasi secara optimal, seluruh armada tangki baik dari Perumda AM maupun Dinas Pemadam Kebakaran tetap dikerahkan untuk membantu penyaluran air bersih.
"Pemko Padang memastikan upaya perbaikan akan terus dipercepat, sembari memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih dan dapur umum, tetap terpenuhi selama masa pemulihan pascabanjir," tambahnya.
Direktur Teknik Perumda AM, Andri Satria, mengatakan proses perbaikan IPA membutuhkan waktu yang berbeda-beda, tergantung tingkat kerusakan masing-masing instalasi.
“Untuk IPA yang kerusakannya tidak terlalu parah, ditargetkan tuntas dalam tiga sampai empat hari. Namun untuk IPA dengan kerusakan berat, tentu membutuhkan waktu lebih lama,” kata Andri.
Selama masa perbaikan, pihaknya akan melakukan pendistribusian air bersih secara bergiliran agar penyaluran tetap merata, terutama di kawasan warga mengungsi.
Selain perbaikan instalasi, kondisi bahan baku air juga menjadi faktor penting dalam pemulihan layanan. “Untuk sementara kami berharap kondisi bahan baku air semakin membaik agar proses pengolahan bisa lebih maksimal,” tambahnya.(*)





























































Tidak ada komentar:
Posting Komentar