Baca Juga
BIJAKNEWS.COM -- Suasana halaman SMPN 7 Padang, Jumat (20/2/2026), terasa berbeda dari biasanya. Riuh sambutan terdengar sejak pagi, seperti tabuhan gendang tasa yang menyambut tamu istimewa.
Para alumni, komite sekolah, guru, hingga siswa berkumpul menyambut kepulangan salah satu alumni mereka, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.
Kunjungan itu bukan sekadar agenda resmi. Bagi warga sekolah, ini lebih seperti momen pulang kampung seorang alumni yang dulu pernah belajar di ruang kelas yang sama.
Dony Oskaria diketahui sempat bersekolah di SMPN 7 Padang selama dua tahun sebelum melanjutkan pendidikan ke Jakarta, tepatnya di SMPN 75.
Ia datang bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Wali Kota Padang Fadly Amran, serta sejumlah jajaran BUMN. Kehadiran rombongan langsung disambut antusias. Banyak siswa sudah menunggu sejak pagi hanya untuk melihat dari dekat sosok alumni yang kini dikenal di tingkat nasional.
Suasana makin cair ketika sesi foto dimulai. Para alumni, guru tampak saling berebut posisi agar bisa satu frame bersama Dony Oskaria. Tawa dan obrolan ringan terdengar di berbagai sudut halaman sekolah.
Di tengah keramaian itu, rasa kagum juga datang dari para siswa. Keisya, salah seorang siswi yang ikut menyambut bersama Sanggar Tari Lenggang Tujuah, tak bisa menyembunyikan kekagumannya saat berbincang dengan temannya.
“Wah, ternyata alumni kita orang hebat. Kepala BUMN ternyata, pengen juga seperti Pak Dony itu,” ujarnya sambil tersenyum.
Saat bertemu para guru, suasana berubah lebih hangat. Dony Oskaria mulai mengenang masa sekolahnya. Ia bercerita pernah menempuh pendidikan di SD 53 Ulak Karang sebelum melanjutkan ke SMPN 7 Padang.
“Sekolah ini penuh kenangan. Saat pertama pindah ke sini, saya sempat menangis,” ujar Dony Oskaria mengenang masa celana birunya itu.
Kenangan itu justru menjadi pengingat perjalanan hidupnya. Ia mengatakan bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita besar.
“Dari Ulak Karang, seseorang bisa menjadi menteri atau pemimpin nasional. Saya ingin anak-anak di sini percaya diri dan punya mimpi besar,” katanya.
Kunjungan pagi menjelang siang itu terasa sederhana, namun meninggalkan kesan mendalam. Bagi para siswa, melihat langsung alumni yang berhasil meniti karier hingga tingkat nasional menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa dimulai dari mana saja.
Seperti pesan yang sering dikaitkan dengan Presiden pertama Indonesia, Soekarno, tentang pentingnya berani bermimpi tinggi: bermimpilah setinggi langit, agar ketika jatuh, seseorang tetap berada di antara bintang-bintang.
Di SMPN 7 Padang, pesan tersebut terasa hidup, mengalir bersama cerita masa lalu dan harapan masa depan. (*)





























































Tidak ada komentar:
Posting Komentar