Baca Juga
BIJAKNEWS.COM -- Di sela agenda kerja yang padat, ada satu hal yang sering membuat seseorang berhenti sejenak: kenangan masa kecil. Kenangan yang tidak sekadar tersimpan, tetapi hidup sebagai memori yang membentuk perjalanan seseorang hingga hari ini.
Hal itu pula yang dilakukan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. Dalam rangkaian kunjungan kerja BUMN di Sumatera Barat, ia menyempatkan diri singgah ke tempat yang menyimpan awal kisah hidupnya pada Kamis, (19/2/2026).
Rumah masa kecil di Gantiang Bawah, Kecamatan Tanjuang Baru, Kabupaten Tanah Datar, tidak jauh dari Masjid Raya Tanjuang Alam.
Kunjungan itu bukan sekadar persinggahan biasa. Bagi warga sekitar, kehadiran Dony menjadi momen yang membangkitkan kembali ingatan lama tentang sosok anak kampung yang kini mengemban amanah besar di tingkat nasional.
“Kecil-kecil dulu sekali, sering bermain di sekitar sini. Dia lahir di sini,” ujar Amak Yaik, warga setempat yang mengenal keluarga Dony sejak lama.
Menurut Amak Yaik, kepulangan tersebut menjadi momen langka. Ia menyebut kunjungan itu sebagai kali pertama setelah sekian lama Dony kembali menapakkan kaki di kampung halamannya.
“Setelah sekian lama, ini baru pulang lagi. Bangga kita orang asli Tanjuang Alam dapat amanah di pusat,” tambahnya.
Cerita pun mengalir perlahan. Amak Yaik seperti kembali masuk ke lorong waktu, mengingat masa kecil Dony yang tumbuh dalam kehidupan sederhana di Tanjuang Alam.
“Semasa kecil, orang tuanya berdagang. Nah, beliau membantu orang tuanya berdagang,” ujarnya.
Kenangan itu menggambarkan perjalanan panjang seorang anak kampung yang tumbuh dari lingkungan sederhana, sebelum akhirnya menempuh jalan hingga ke panggung nasional.
Tidak ada kemewahan dalam cerita masa kecil tersebut, hanya kerja keras, kebiasaan membantu orang tua, dan kehidupan kampung yang membentuk karakter.
Pulang kampung, bagi sebagian orang, mungkin hanya perjalanan singkat. Namun bagi yang menjalaninya, itu adalah cara menjaga hubungan dengan akar kehidupan.
Menyapa tempat tumbuh, mengingat masa kecil, sekaligus menegaskan bahwa sejauh apa pun perjalanan seseorang, kampung halaman tetap menjadi bagian yang tidak pernah terpisahkan.
Karena pada akhirnya, mengingat kampung bukan sekadar nostalgia. Itu adalah tanda bahwa seseorang masih menyimpan nilai-nilai yang membesarkannya.Tentang kesederhanaan, tentang asal-usul, dan tentang kebaikan yang tetap dijaga. *





























































Tidak ada komentar:
Posting Komentar