Breaking

Kamis, 05 Februari 2026

Vasko Ruseimy dan Evi Yandri Rajo Budiman Serahkan Huntara Mandiri ke Pemko Padang

Baca Juga


BIJAKNEWS.COM -- 
Hunian sementara (Huntara) mandiri Kepalo Koto, Pauh, Padang diresmikan dan diserahkan ke Pemko Padang, Kamis (5/2).  Ada 100 unit yang menampung 100 kepala keluarga dengan lebih dari 400 warga terdampak banjir bandang. Mereka tak perlu lagi tinggal di rumah ibadah, sekolah atau menumpang di rumah kerabat. 

Huntara mandiri tersebut dibangun atas inisiatif  Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman dan Wakil Gubernur (wagub) Vasko Ruseimy. Pembangunannya berhasil terlaksana hingga selesai dengan bantuan berbagai pihak. 

Untuk itulah saat peresmian Huntara mandiri itu diserahkan sebanyak 16 sertifikat penghargaan dari pemerintah provinsi untuk pihak yang telah ikut berjerih payah dalam pembangunan Huntara tersebut. 

Huntara itu dibangun di atas lahan milik  Pak Choa, suku Jambak . Ia diapresiasi atas sumbangsihnya memperbolehkan lahannya dibangun Huntara tanpa batas waktu. 

Evi Yandri yang juga merupakan Ketua Pelaksana pembangunan Huntara itu memaparkan pembangunan dilaksanakan lebih kurang 45 hari sejak 15 Desember.  Selesai pada 31 Januari, Huntara dengan jumlah 100 unit  itu telah mulai ditempati warga. 

"Alhamdulillah Huntara mandiri ini akhirnya selesai setelah dikerjakan bersama-sama secara gotong royong. Sekarang adalah peresmian dan penyerahannya ke  Pemerintah Kota Padang," kata Evi. 

Adapun warga yang menempati diantaranya berasal dari Lambung Bukit, Kepalo koto dan Cupak Tangah. 

Bukan hanya berupa ruangan kosong, warga yang tinggal di Huntara juga mendapatkan bantuan peralatan rumah tangga, seperti kompor, tabung gas, kasur, alat masak dan sebagainya. Tersedia juga jaringan internet (Wi-Fi) dan listrik  gratis. 

"Masih ada permintaan warga yang masih akan kita penuhi yakni tempat ibadah, Insya Allah secepatnya. Semoga bisa digunakan nanti untuk ibadah bulan ramadhan," kata Evi lagi. 

Saat memberikan kata sambutan pada acara peresmian itu, Evi Yandri mengatakan pada warga bahwa Huntara merupakan tempat tinggal sementara. Maka selain bersyukur warga juga mesti bersabar. 

"Bagaimana pun ini adalah hunian sementara, bukan huntap (hunian tetap). Namun ini kami buat dengan kepedulian dan kesedihan yang ikut kami rasakan melihat warga kehilangan rumah karena banjir bandang," ujarnya lagi. 

Evy menceritakan bagaimana ia masih mengingat, saat evakuasi warga kala banjir bandang terjadi. 

"Saya ingat amak-amak di tengah hujan, gemetaran.  Kami bujuk untuk mau dievakuasi. Di saat bersamaan rumahnya runtuh di belakangnya," tutur Evi. 

Evi Yandri yang juga merupakan putra Pauh bukan hanya berinisiatif dan mencari bala bantuan untuk penyelesaian Huntara itu bersama Wagub Vasko.  Namun Evi Yandri selama pembangunan 45 hari itu ikut turun tangan dalam membangun. Ia ibarat mandor yang juga tukang, tak segan ikut memaku, mengangkat material agar Huntara itu terbantu ikut selesai. 

"Selama kita menunggu huntap, saya harap warga bisa kembali berfokus untuk menata kembali kehidupan dan ekonomi masing-masing. Setidaknya sekarang ada tempat pulang dan istirahat untuk sementara setelah bencana itu," paparnya lagi. 

Wagub Vasko Ruseimy mengatakan hal yang kurang lebih sama. Saat memberikan sambutan Vasko menceritakan bagaimana upaya penyelesaian Huntara mandiri itu. 

"Selama ini, ketika ada bencana, Huntara jarang dibangun. Biasanya pemerintah hanya bangun huntap, dan itu memakan waktu setahun hingga dua tahun untuk kemudian baru tersedia. Huntara ini kami bangun dengan kepedulian dan rasa simpati atas bencana yang dialami warga," katanya lagi. 

Vasko mengingat ketika membahas kondisi warga bersama Evi Yandri. Warga butuh tempat tinggal, sementara dana pemerintah tidak ada. Maka dicari dana, dibangun Huntara mandiri. 

Selama pengerjaan 45 hari itu sering kali dipikirkan berbagai upaya bagaimana Huntara ini bisa cepat selesai. Untuk itulah kemudian Vasko dan Evi Yandri meminta bantuan berbagai pihak. Karena walaupun material sudah disediakan, perlu tenaga untuk mengerjakannya supaya bisa cepat selesai. 

"Kami berterima kasih pada semua pihak yang telah membantu,"  kata Vasko.

Ia menegaskan pekerjaan rumah (PR) lanjutan yang akan ia laksanakan bersama Evi Yandri adalah mendorong bagaimana huntap bisa cepat tersedia. 

Walikota Padang Fadly Amran yang menghadiri peresmian itu menyampaikan  apresiasi telah dibangunnya Huntara mandiri itu. Ia mengatakan Huntara sementara Kepalo Koto menjadi salah satu yang telah ditempati warga terdampak bencana hidrometeorologi di beberapa lokasi di Padang. 

Ia mengatakan Pemko juga akan mengupayakan huntap dan mengawal data warga penghuni Huntara agar bisa mendapatkan huntap. 

Perwakilan Ninik mamak dan ketua kan Pauh V sampaikan terima kasih sebenar besarnya mewakili warga.

"Mari kita syukuri dan rawat. Walaupun sifatnya tempat tinggal sementara mari kita jaga bangunannya,  kebersihan, kenyamanan dan keamanan Huntara ini," katanya. 

Untuk diketahui, adapun sejumlah pihak yang ikut membantu penyelesaian Huntara mandiri tersebut, Brimob Polda Sumbar, 
Batalyon 896, Batalyon 133, PMI Sumbar, PLN Sumbar,  Semen Padang, Gekrafs Sumbar,  SMKN 5, Tagana Sumbar, Karang taruna Sumbar,  AKLI Sumbar, MKI Sumbar, Badan geologi, Pemuda Panca Marga, Masyarakat Energi Terbarukan , Tagana Mentawai, Tagana Kalimantan selatan. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar