Baca Juga
BIJAKNEWS.COM -- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Barat secara resmi melayangkan protes keras terhadap cover Majalah Tempo edisi 12–17 April 2026. Sikap kritis ini disampaikan langsung kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat pada Rabu (15/4), sebagai respons atas visualisasi sampul yang dinilai tidak mencerminkan prinsip jurnalisme beretika, berimbang, dan bertanggung jawab.
Pernyataan sikap resmi tersebut diterima langsung oleh Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, beserta jajaran pengurus lainnya. Kehadiran rombongan NasDem Sumbar ini bertujuan untuk memastikan aspirasi kader di ranah Minang tersampaikan melalui jalur organisasi profesi wartawan yang sah, guna menjaga marwah pers dan stabilitas opini publik di daerah.
Dalam kunjungan tersebut, sejumlah tokoh kunci DPW NasDem Sumbar turut hadir, di antaranya Musmaizer Dt Gamuak, Marta Suhendra, Ilyas Chandra, M. Yusuf, Budi Ramadhan, serta Wendy July Putra selaku koordinator lapangan. Kehadiran perwakilan dari DPD, DPC, hingga DPRT se-Kota Padang ini menunjukkan solidaritas penuh partai dalam menyikapi isu yang menyangkut kehormatan pimpinan mereka.
Melalui Nasrul A, Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis, DPW NasDem Sumbar menegaskan bahwa ilustrasi pada cover tersebut telah melampaui batas kritik yang sehat. Mereka menilai adanya upaya pembangunan framing negatif yang tidak proporsional, yang secara langsung berpotensi merendahkan martabat Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, sebagai salah satu tokoh nasional.
NasDem Sumatera Barat menyadari bahwa kebebasan pers merupakan pilar vital dalam sistem demokrasi yang harus dihormati oleh semua pihak. Namun, mereka mengingatkan bahwa kebebasan tersebut tidaklah absolut, melainkan harus tetap bersandar pada tanggung jawab moral dan profesionalitas tinggi agar tidak mencederai nilai-nilai demokrasi yang sedang dibangun bersama.
Kritik pers seharusnya berpijak pada kekuatan data, fakta, dan substansi yang jelas, bukan sekadar melalui pendekatan visual provokatif yang dapat menyesatkan opini masyarakat.
Jurnalisme yang sehat memiliki tanggung jawab besar untuk tetap objektif dan memberikan informasi yang mencerdaskan tanpa harus mengorbankan martabat individu atau institusi tertentu.
Langkah hukum dan administratif ini diambil bukan sebagai bentuk pembungkaman terhadap kritik media massa. Sebaliknya, hal ini menjadi pengingat bagi seluruh insan pers agar praktik jurnalistik tetap berjalan di atas rel etika, demi menjaga kepercayaan publik yang merupakan fondasi utama keberlangsungan industri media di Indonesia.
Dalam tuntutannya, NasDem Sumbar mendesak Majalah Tempo untuk segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Surya Paloh dan seluruh kader NasDem.
Permintaan maaf tersebut diharapkan dipublikasikan secara luas melalui kanal media Tempo, baik versi cetak maupun digital, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas konten yang dianggap tendensius.
DPW NasDem Sumbar juga menaruh harapan besar kepada PWI Sumatera Barat untuk meneruskan keberatan resmi ini kepada Dewan Pers. Langkah ini diambil agar Dewan Pers dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh serta memberikan sanksi tegas jika ditemukan adanya pelanggaran Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang mencederai integritas pers nasional.
Sebagai penutup, NasDem Sumatera Barat menegaskan bahwa seluruh kader hingga tingkat ranting saat ini dalam kondisi solid untuk menjaga marwah partai. Mereka berkomitmen untuk terus mendukung iklim demokrasi yang kritis dan dinamis, asalkan tetap mengedepankan nilai-nilai kesantunan, keberadaban, serta profesionalitas yang dijunjung tinggi.
TUNTUTAN DAN PERNYATAAN SIKAP DPW Partai NasDem Sumatera Barat menuntut ;
1. Majalah Tempo untuk segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Ketua Umum Partai NasDem, Pak Surya Paloh, dan kepada seluruh kader Partai NasDem melalui media Tempo, baik cetak maupun online.
2. DPW Partai NasDem Sumatera Barat meminta kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat untuk meneruskan keberatan resmi ini kepada Dewan Pers, sebagai bentuk pengawasan terhadap praktik jurnalistik yang dinilai telah melanggar etika.
3. DPW Partai NasDem Sumatera Barat menilai bahwa cover Majalah Tempo edisi tersebut telah melukai perasaan kader Partai NasDem di Sumatera Barat, serta berpotensi menimbulkan persepsi publik yang tidak adil dan tidak berimbang.
4. DPW Partai NasDem Sumatera Barat mendesak Dewan Pers untuk melakukan evaluasi dan penegakan kode etik jurnalistik terhadap media yang bersangkutan, guna menjaga marwah pers nasional.
5. PENEGASAN DPW Partai NasDem Sumatera Barat menegaskan bahwa seluruh jajaran partai hingga tingkat ranting tetap solid dalam menjaga marwah partai serta berkomitmen mendukung demokrasi yang sehat, kritis, namun tetap beretika dan bermartabat.
Demikian pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen terhadap kehidupan demokrasi yang berkeadaban di Indonesia.
Rls



































































Tidak ada komentar:
Posting Komentar