Breaking

Jumat, 03 Mei 2019

Pesantren Sunan Kalijaga Tolak Seruan People Power Rizieq Shihab

Baca Juga

Pesantren Sunan Kalijaga Tolak Seruan People Power Rizieq Shihab

JAKARTA, BijakNews.com -- Pondok Pesantren Sunan Kalijaga,  Gemilang,  Bantul, menolak ajakan people power Rizieq Shihab. Pengasuh Pesantren Sunan Kalijaga, Beny Susanto,  menyesalkan maklumat pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu yang menuduh telah terjadi kecurangan masif, sistematis dan terstruktur pada pemilu 17 April lalu.

“Beliau bahkan menyerukan agar dilakukan aksi massa, menuntut KPU untuk mendiskualifikasi Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin. Maklumat, seruan ini tidaklah patut dan semestinya ditolak, diabaikan saja karena bersifat provokatif dan fitnah yang berpotensi merusak kondusifitas kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Beny, Kamis, 2 Mei 2019.

Menurut Beny, peserta pemilu 2019 yang merasa dirugikan hak-haknya, termasuk menuding terjadi kecurangan masif, sistematis dan terstruktur, harus diuji di Mahkamah Konstitusi. "Bukan dari opini pribadi, kelompok, partai dan golongan," ujar dia. 

Pondok Pesantren Sunan Kalijaga berpandangan, secara otoritatif dan legal belum ada pemenang pilpres. Standing position ini, kata Beny, amat penting karena secara konstitusional proses penghitungan suara hasil pemilu berlangsung secara transparan, akuntabel, bisa dikoreksi dan berjenjang dilakukan oleh KPU.

Penghitungan dari tingkat terendah di tempat pemungutan suara sampai dengan akhir di KPU pusat, diawasi oleh para saksi pasangan calon, Bawaslu, pemantau, pengawas independen, media massa dan pemantau internasional.

Ia mengajak kepada semua pihak, baik pasangan calon, tim sukses, pimpinan parpol dan simpatisan  agar tetap bersama menjaga kondusifitas, kebersamaan, persaudaraan dan persatuan nasional. "Jauhkanlah dari fitnah, hoaks, provokasi dan ujaran kebencian yang bisa merusak harmoni dan kohesifitas seluruh warga dan bangsa tercinta Indonesia Raya,” kata dia.

(Source: tempo.co)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar