Breaking

Rabu, 08 Mei 2019

Prabowo-Sandi Diminta Berkaca dari Partai Liverpool vs Barcelona

Baca Juga

Prabowo-Sandi Diminta Berkaca dari Partai Liverpool vs Barcelona

JAKARTA, BijakNews.com -- Kubu Prabowo-Sandi diminta berkaca pada kemenangan Liverpool atas Barcelona dalam leg kedua final Piala Champions, Rabu, 8 Mei 2019 pagi yang berakhir dengan skor 4-0. Secara agregat, Barcelona kalah 3-4 dan harus merelakan tiket final Piala Champions diraih Liverpool.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan bukan karena Liverpool berseragam merah seperti partainya maka dia mengambil laga itu sebagai contoh bahan refleksi buat perpolitikan nasional. Menurut dia, Liverpool bisa membalik keadaan dengan kerja keras dan determinasi yang tinggi. Cederanya pemain andalan Mohammed Salah tak menyurutkan semangat Liverpool yang harus bisa menang minimal 4 gol tanpa balas.

"Bukan karena Liverpool berbaju merah, tapi kami apresiasi kemenangan 4-0 atas Barcelona karena menunjukkan sebuah semangat juang dan kebersamaan di atas lapangan, kekuatan satu tim," kata Hasto dalam konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Mei 2019.

Nah, bagusnya, baik Liverpool maupun Barcelona sama-sama menunjukkan sportivitas yang tinggi. Ketika kalah 0-3 di leg pertama, Liverpool tak menyalahkan wasit atau hal lainnya. Yang dilakukan adalah bertanding dengan lebih baik di leg kedua dan akhirnya berhasil.

"Mari belajar dari sportivitas olahraga. Jangan karena kalah, lalu menyalahkan wasit dan panitia. Barcelona tak menghasut penonton hanya karena kalah untuk melakukan perlawanan terbuka. Walau tersingkir, Barcelona bisa menerima dengan baik karena ada nilai sportivitas itu," beber Hasto.

Pernyataannya itu tampaknya merupakan sindiran keras terhadap kubu Prabowo-Sandi. Sebab walau sejumlah lembaga survei kredibel dan independen menyebut hasil quick count menunjukkan kemenangan Jokowi-Ma'ruf, namun Prabowo-Sandi terus mengklaim menang. Bukan itu saja, KPU sebagai 'wasit' juga dituduh curang. KPU pun diminta untuk mendiskualifikasi Jokowi-Ma'ruf yang diprediksi sebagai pemenang. Belakangan ada seruan people power menyangkut hasil pemilu.

Padahal, pihaknya menilai penyelenggaraan pemilu kali ini nilai jauh lebih baik. Berbagai kekurangan tetap ada, namun penyelenggara lebih responsif dalam menanggapi masalah yang ada. Untuk itu, pihaknya bahkan mengucapkan terima kasih kepada KPU, Bawaslu, dan seluruh aparat yang terlibat memastikan pemilu Jurdil di tengah sistem pemilihan Indonesia yang dianggap paling kompleks di dunia.

"Kami serukan kontestan pemilu agar hati-hati menyampaikan tuduhan curang termasuk ke penyelenggara pemilu dan siapapun. Tuduhan demikian bisa mengkhianati kesepakatan kita mengedepankan supremasi hukum," ujar Hasto.

Dan yang jelas, pihaknya berharap kubu Prabowo-Sandi mengevaluasi pemilu 2019 secara obyektif. Sangat ironi bila mereka tak bisa menerima hasil pilpres, namun di sisi lain bisa menerima hasil pemilu legislatif yang menunjukkan potensi kenaikan kursi parpol pengusungnya.

Kata Hasto, hasil rekapitulasi pihaknya, potensi PKS dan Gerindra memperoleh kenaikan kursi di DPR memang kuat.

"Jadi evaluasi pemilu presiden dan pemilu legislatif itu jangan dipisah. Kenaikan kursi PKS dan Gerindra ini menunjukkan bahkan parpol yang oposisi Jokowi saja dapat kursi yang baik. Ini sebagai bukti pemilu ini memang demokratis," tandasnya.

(Source: BeritaSatu.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar