Breaking

Rabu, 03 Juli 2019

Pemprov Sumbar Berencana Mereplikasi Sistim dan Aplikasi Perizinan ASAN Xidmat

Baca Juga

Pemprov Sumbar Berenca Mereplikasi Sistim dan Aplikasi Perizinan ASAN Xidmat

PADANG, BijakNews.com -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berencana untuk mereplikasi sistim dan aplikasi perizinan dari ASAN Xidmat untuk diterapkan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu dengan cara mengirimkan staf ASN Provinsi Sumatera Barat untuk dilatih di Azerbaijan.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di sela-sela kunjungan bersama Kepala Dinas DPMPTSP Provinsi Sumbar didampingi oleh Duta Besar RI untuk Azerbaijan,  Prof. DR. H. Husnan Bey Fananie, MA., ke ASAN Xidmat, Selasa, 2 Juli 2019.

Menurut Irwan Prayitno, ASAN Xidmat (one stop service) yang merupakan kantor pelayanan terpadu di Azerbaijan dan merupakan instansi peringkat 1 dari PBB dalam hal pelayan perizinan terpadu.


Pemprov Sumbar Berenca Mereplikasi Sistim dan Aplikasi Perizinan ASAN Xidmat
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan rombongan ketika mengunjungi ASAN Xidmat.
"Kami berencana mereplikasi sistim dan aplikasi perizinan dari ASAN Xidmat. Semoga Pusat Pelayanan Publik yang diberi peringkat pertama oleh PBB ini bisa diterapkan di Sumatera Barat," ungkapnya. 

Bahkan, Gubernur Irwan Prayitno menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan menjalan kerjasana dengan instansi yang mendapatkan peringkat 1 dari PBB ini," ungkapnya.

Kunjungan Gubernur Irwan Prayitno ke ASAN Xidmat dilakukan setelah mengikuti sidang pertama bersama WHC - UNESCO.


Pemprov Sumbar Berenca Mereplikasi Sistim dan Aplikasi Perizinan ASAN Xidmat
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan rombongan ketika mengunjungi ASAN Xidmat.
Mengikuti Sidang Komite WHC

Untuk diketahui, Gubernur Irwan melakukan lawatan ke Azerbaijan selama 4 hari. Gubernur Irwan dan delegasi akan mengikuti sidang komite warisan dunia (WHC).

Ombilin Coal Mining Heritage Sawahlunto akan dibahas dalam sidang komito WHC untuk ditetapkan sebagai warisan dunia UNESCO. Gubernur Irwan berharap, dapat menetapkan coal mining heritage Sawahlunto sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Sidang komite warisan dunia (WHC ) 43 UNESCO 2019 dipimpin oleh Menteri Kebudayaan Republik Azerbaijan, Abulfas Garayev membahas provisional agenda dan timetable pertemuan WHC 43 l. Indonesia hadir di Pertemuan Bureau dalam kapasitas sebagai Vice-Chair WHC 43. 


Pemprov Sumbar Berenca Mereplikasi Sistim dan Aplikasi Perizinan ASAN Xidmat
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan rombongan mendapat penjelasan dari pejabat Azerbaijan tentang ASAN Xidmat.

Pada sidang ini dilakukan pembahasan reports (a.l. WHC42, Budget, Operational Guidelines, Audit, WHC Activities, Advisory Bodies). Selain itu, terdapat penyampaian pesan dari Young Heritage Committe’s. 

Pembahasan nominasi akan dilakukan berdasarkan urutan kategori: nominasi alam, nominasi campuran, dan nominasi budaya terdiri dari kawasan Afrika, Arab, Asia Pasifik, Eropa, dan Latin Amerika. Terdapat 35 nominasi baru (28 budaya, 5 alam dan 2 mixed) yang di dalamnya termasuk Ombilin Coal Mining Heritage Sawahlunto , Sumatera Barat.

Dalam sidang ini hadir Ketua Delri (Dewatap UNESCO) atau Alternate,HoD (Dubes RI Baku), Ketua Harian KNIU; expert Indonesia untuk warisan alam, expert Indonesia utk warisan budaya dan Rapporteur, dan Kepala Dinas Kebudayan Sumbar.


Pemprov Sumbar Berenca Mereplikasi Sistim dan Aplikasi Perizinan ASAN Xidmat
Gubernur Irwan dan delegasi setelah mengikuti sidang WHC - UNESCO.

Sampai nanti waktu penetapan yaitu tanggal 7 Juli, akan diumumkan oleh UNESCO hasil keputusan sidang WHC 43. Walikota Sawahlunto akan hadir pada tanggal 4-8 Juli.

"Semoga Sumatera Barat, khususnya Sawahlunto dengan Coal Mining Heritage akan ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO," harap Irwan.

(by)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar