Breaking

Rabu, 24 Desember 2025

Jelang Nataru 2026, Mastilizal Aye Ajak Warga Rayakan dengan Sederhana dan Penuh Empati

Baca Juga


BIJAKNEWS.COM -- 
Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Wakil Ketua DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Gerindra, Mastilizal Aye, mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan Nataru secara sederhana dan penuh kepedulian. Ajakan ini disampaikan mengingat Kota Padang masih diliputi suasana duka pascabencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah.

Mastilizal menilai, hingga saat ini kondisi masyarakat belum sepenuhnya pulih, baik dari sisi fisik, psikologis, maupun ekonomi. Oleh karena itu, ia mengimbau agar perayaan Natal dan Tahun Baru tidak dilakukan secara berlebihan, melainkan cukup dirayakan bersama keluarga inti.

“Kota Padang masih berduka. Perayaan Natal dan Tahun Baru sebaiknya sederhana saja bersama keluarga. Tidak perlu bepergian ke luar kota, apalagi kondisi cuaca saat ini masih ekstrem dan berisiko,” ujar Mastilizal, Rabu (24/12/2025).


Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang tidak memberikan izin hiburan orgen tunggal pada malam pergantian tahun. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap warga yang terdampak bencana, sekaligus untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Tidak ada izin orgen tunggal pada malam Nataru. Ini adalah komitmen bersama untuk menjaga suasana tetap kondusif dan menghormati saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” katanya.

Selain imbauan terkait perayaan Nataru, Mastilizal mengajak masyarakat memanfaatkan momentum akhir tahun sebagai waktu untuk berdoa dan berbagi empati kepada para korban banjir bandang, baik yang kehilangan harta benda maupun anggota keluarga.

“Mari kita sama-sama mendoakan para korban yang meninggal dunia dan berdoa agar saudara-saudara kita yang terdampak diberi kekuatan serta perekonomian mereka bisa segera pulih,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Mastilizal menegaskan komitmennya untuk mengawal proses pemulihan pascabencana secara menyeluruh. Ia meminta Pemerintah Kota Padang tidak hanya fokus pada penyediaan hunian sementara, tetapi juga memikirkan pembangunan rumah permanen di lokasi yang aman bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

“Jangan hanya hunian sementara. Warga membutuhkan kepastian rumah permanen. Apalagi ada rumah yang sebelumnya berada di bibir sungai, bahkan kini sudah berada di tengah aliran sungai. Relokasi harus dilakukan demi keselamatan,” tegasnya.

Ia juga mendorong percepatan normalisasi sungai serta pembangunan kanal sebagai langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko terjadinya bencana serupa di masa mendatang. Selain itu, Mastilizal mengingatkan agar penyaluran bantuan dilakukan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.


“Bantuan jangan sampai hanya menumpuk di posko. Yang paling penting adalah benar-benar sampai ke warga yang membutuhkan, termasuk pada fase pascatanggap darurat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Mastilizal memastikan seluruh anggota DPRD Kota Padang akan terus hadir di tengah masyarakat untuk mengawasi proses penanganan bencana hingga tahap pemulihan tuntas.

“Kami tidak memiliki kepentingan lain selain memastikan masyarakat tertangani dengan baik, mulai dari bantuan dasar, pemulihan ekonomi, hingga kepastian hunian dan relokasi yang layak,” pungkasnya.

ADV

Tidak ada komentar:

Posting Komentar